Kantor Koninklijk Instituut voor Taal –, Land – en Volkenkunde/KITLV (Institut Kajian Asia Tenggara dan Karibia milik Kerajaan Belanda) di Jakarta mengakuisisi 40 edisi digital Jurnal Sastra Santarang dan 37 buku terbitan Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Proses akuisisi berlangsung pada 6—10 April 2026 di Kota Kupang. KITLV-Jakarta diwakili oleh Koordinator Koleksi, Budiman, dan Risya Iskandar diterima oleh Koordinator Pelaksana Dusun Flobamora, Mario F. Lawi, beserta sejumlah rekan kerja di sekretariat komunitas di Naimata, Kota Kupang.
Proses akuisisi berawal dari surat pemberitahuan yang dikirim oleh Direktur KITLV-Jakarta, Marrik Bellen, kepada komunitas. Dalam surat bertanggal 5 Maret 2026 tersebut, Marik menyatakan maksud kunjungan kedua staf KITLV-Jakarta ke Komunitas Dusun Flobamora untuk melengkapi khazanah koleksi dari Wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur. Untuk itu, komunitas diminta untuk memberikan terbitan komunitas, baik dalam bentuk buku, terbitan berkala, maupun laporan.

Proses dilanjutkan dengan kunjungan perdana Budiman dan Risya ke sekretariat komunitas (6/4). Dalam kunjungan tersebut, selain memperkenalkan tugas lembaga, Budiman juga menyampaikan rencana awal proses akuisisi.
Menurut Budiman, KITLV-Jakarta adalah perwakilan Perpustakaan Universitas Leiden yang bertugas mengakuisisi, mengkatalogisasi, mendigitalisasi dan menerbitkan materi studi Indonesia serta Asia Tenggara. Sejak 1 Juli 2014, Perpustakaan KITLV di Leiden bergabung dengan Perpustakaan Universitas Leiden dan kantor KITLV-Jakarta dialihkan di bawah naungan Perpustakaan Universitas Leiden, dengan berbadan hukum Yayasan.
Sebagai perpustakaan dan pusat penelitian, Perpustakaan Universitas Leiden menghimpun buku-buku dan majalah dalam bidang ilmu sosial dan kemanusiaan dari instansi pemerintah, universitas, atau terbitan komersial umum dan terbuka yang disimpan di Perpustakaan Leiden, dalam bentuk asli, dan/atau digital.
Budiman menambahkan, wilayah kerja kantor KITLV-Jakarta adalah Asia Tenggara. Kunjungan mereka ke Komunitas Sastra Dusun Flobamora, masih menurut Budiman, bertujuan untuk memperkaya khazanah koleksi Perpustakaan Universitas Leiden tentang Kupang. Kantor KITLV-Jakarta berlokasi di dalam kompleks Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.
Sebagai tahap awal, Budiman dan Risya mengumpulkan arsip cetak buku-buku, dan edisi digital Jurnal Sastra Santarang dalam rentang 2012—2025 untuk disortir. Untuk diketahui, arsip cetak terbitan komunitas yang dikumpulkan tidak hanya yang ber-ISBN. Sebagian judul diterbitkan komunitas tanpa ISBN dengan hanya menggunakan nomor katalog internal penerbit. Judul-judul terpilih kemudian diakuisisi oleh KITLV-Jakarta, sementara judul yang tidak diakuisisi dikembalikan ke komunitas.
Setelah proses tersebut, 37 judul buku dan 40 edisi digital Jurnal Sastra Santarang dipilih untuk diakuisisi. Lebih dari separuh edisi cetak Santarang sebelumnya telah dikirim oleh komunitas secara berkala ke kantor KITLV-Jakarta, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pengarsipan setelah memperoleh ISSN. Edisi digital Santarang yang diakuisisi akan diunggah ke server Perpustakaan Universitas Leiden.
Koordinator Pelaksana Dusun Flobamora, Mario F. Lawi, mengemukakan bahwa proses akuisisi ini merupakan bagian penting dari salah satu kerja pengarsipan pengetahuan tentang NTT yang dikerjakan oleh Komunitas Sastra Dusun Flobamora sejak 2011.
“Tersimpannya sebagian besar koleksi terbitan Dusun Flobamora di Perpustakaan Universitas Leiden turut memperluas persebaran karya komunitas dan para penulis NTT yang diterbitkan Dusun FLobamora. Sebelumnya, pada bulan Oktober tahun lalu, sejumlah buku terbitan Dusun Flobamora juga telah menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Cendekia, Pusat Budaya Indonesia di Dili, Timor Leste,” ujar Mario.
Penyebaran tersebut, lanjutnya, akan memperluas akses terhadap pembacaan dan kajian atas karya-karya tersebut.
“Proses akuisisi ini juga mengingatkan kita bahwa bahkan buku-buku yang diterbitkan tanpa ISBN pun tetap berharga sebagai arsip dan dokumentasi,” lanjut Mario, yang juga merupakan salah satu editor penerbit komunitas.
Adapun judul-judul buku yang diakuisisi KITLV-Jakarta dari Dusun Flobamora antara lain:
(1) Empat karya Adrianus Ngongo, (a) Simulakra Pendidikan, (b) Docendo Discere, (c) Membongkar dari Dalam, dan (d) Guru dan Literasi Digital; (2) Lima karya Sipri Senda (a) Gara-Gara Frater Lipus, (b) Romo dan Frater dalam Keseharian, (c) Romo dan Frater Lipus, (d) Kisah Pagi, (e) Mukjizat Terakhir (antologi karya sastra memperingati perayaan perak imamat Romo Sipri Senda); (3) Enam karya Mario F. Lawi, (a) Daba: Ritus Inisiasi Anak Jingitiu di Desa Pedarro, Pulau Sabu (ditulis bersama Tersiana A. Huki), (b) Sejarah Lenyap dalam Ruang Pameran, (c) Ekaristi: Buku Puisi, (d) Menemukan Priamel di Bulan, (e) Rumah Kertas, Toko Buku dan Punica, dan (f) Homo Narrans (diterbitkan Pickpockie dan Scrinium); (4) Empat karya seminaris dan alumni Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi, (a) Bersama Santo Rafael di Ladang Tuhan, (b) Mawar Gaib Misa Pagi, (c) Petik Duit Pakai Pena: Kumpulan Makalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, (d) Menyisir Kenangan, Menyusur Zaman: Festschrift 40 Tahun Seminari Menengah St. Rafael Oepoi, Keuskupan Agung Kupang; (5) Sejumlah antologi, karya sastra, maupun buku-buku tanpa ISBN, antara lain, (a) Jasad sang Pelacur dan Pemakaman Keduanya (buku cerpen Christian Dan Dadi), (b) Lalu Kau Menulis Atambua (buku puisi Ricky Ulu), (c) Seroja Mekar di Telaga Duka (antologi puisi tentang Badai Seroja di Kota Kupang, dieditori oleh Paoina Bara Pa dan Mario F. Lawi), (d) Asa Ai Sorun (buku cerita anak Saddam HP), (e) Siklaloti (esai bahasa Kupang karya Amanche Franck), (f) Nadus dan Tujuh Belas Pasung (antologi cerpen ODGJ terbitan Klub Buku Petra), (g) Perjalanan Mencari Ayam (buku cerpen Armin Bell), (h) Imaji Biblikal dan Penghayatan Iman Personal: Pembacaan Estetik Teologis terhadap Puisi-Puisi Mario F. Lawi (buku kritik sastra karya Giovanni A.L. Arum).


